Sabtu, 01 Juli 2017

Percaya atau Tidak, Kisah Sopir Pengantar Mayat Ini Bikin Bulu Kuduk Merinding!



Meski bukan cita-citanya menjadi sopir mobil jenazah Rumah Sakit Pelni, Jakarta Barat, Namun Nurdin (53) tetap bersyukur memperoleh penghasilan dari pekerjaan tersebut.


Nurdin tetap ikhlas melakukan apa yang menjadi tanggungjawabnya. Di depan para wartawan, Nurdin mengungkapkan pengalaman merasakan hal-hal 'aneh' yang kerap dialaminya ketika sedang bekerja.

"Yah neng, kalau merasakan sesuatu yang horor atau yang mistis mah udah sering, bukan sering lagi, tapi tiap kali ada jenazah pasti kami rasakan," kata Nurdin.

Pengalaman berbau mistis kerap dirasakan Nurdin ketika sedang mengantarkan jenazah dari rumah sakit ke rumah duka atau dari rumah duka ke kuburan.

"Lebih sering saat nganter jenazah ke rumah duka tuh. Biasanya kan nganter sendiri begitu di mobil, kadang berdua, tapi jarang. Nah pas saat itu tuh sering banget saya rasain keanehan," ujarnya.

Nurdin kemudian mengisahkan salah satu pengalaman yang dia anggap paling menyeramkan. Malam itu, dia seorang diri mengantarkan jenazah korban kecelakaan lalu lintas ke Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan.

Warga yang diantarkan Nurdin baru meninggal dunia pada pukul 23.00 WIB.

Di tengah perjalanan, bulu kuduknya tiba-tiba merinding. Dia bilang ketika itu mendengar suara gaduh dari dalam keranda yang dibawa Nurdin.

Karena penasaran, Nurdin pun menoleh ke belakang. Jantung Nurdin terasa mau copot. Dia melihat keranda tersebut bergoyang-goyang kencang dan nyaris penutupnya terbuka.

"Padahal posisi mobil saya tuh diem. Waduh, jantung saya udah mau copot, keringet dingin, saya takut setengah mau mati. Benar-benar panik, soalnya goyang terus kenceng begitu, langsung saya baca Al Fatihah. Setelah itu batu berhenti. Terus saya jalan lagi habis itu," katanya.

Pengalaman mistis lain yang pernah dirasakan Nurdin ketika dia melihat sosok perempuan di dekat jenazah yang akan diantarkan ke rumah duka. Dia melihatnya ketika tak sengaja menoleh ke kaca spion.

Nurdin mengatakan perempuan tersebut sedang menangis di samping jenazah.

Tak mau berlama-lama,  Nurdin segera membawa peti jenazah ke rumah duka.

"Padahal dalam mobil itu cuma ada saya. Saya lihat terus mukanya sambil jalan. Pasal saya turunkan jenazah itu di rumah duka, ternyata wanita cantik itu adalah wanita yang saya antarkan neng. Dia nangisin kematiannya sendiri. Saya langsung istighfar saat itu kaget soalnya. Itu tuh yang paling serem," ujarnya.

Saking banyaknya pengalaman merasakan hal-hal mistis, Nurdin mengaku tak ingat semuanya. Dia menjadikannya bahan introspeksi diri.

Sampai sekarang, dia mengaku masih menemui pengalaman semacam itu.

"Kemarin pas sehabis malam takbiran juga. Tapi nggak serem-serem banget. Cuma lihat ada orang duduk di samping jenazah. Padahal nggak ada keluarga jenazah yang ikut loh," katanya.

Berjalan Puluhan Kilometer Dengan Satu Kaki, Kakek Penjual Kurungan Ayam Ini Tidak Pernah Mengeluh



Banyak orang yang saat ini mudah mengeluh dengan apa yang didapatnya maupun yang menimpa dirinya. Padahal boleh jadi ada hikmah dalam setiap kejadian dan tentu ada sejumlah orang yang jauh lebih sulit kehidupannya namun tidak pernah mengeluh sedikit pun.

Contohlah seorang kakek bernama Kasiran (84 tahun) yang tetap semangat mengais rezeki meski harus hidup sebatang kara. Belum lagi kondisi fisiknya yang tidak normal seperti kebanyakan orang.

Warga Kota Metro itu tidak pernah mengeluh dalam menjalani kehidupan masa tuanya. Padahal ia harus berjalan berpuluh-puluh kilometer menjajakan kurungan ayam dari anyaman bambu buatannya sendiri. Bahkan sang kakek tak merasa lelah sedikit pun meski harus berjalan menggunakan satu kaki dan ditopang dengan sebuah tongkat.

“Berhubung dikasih Allah kekuatan, jadi gak ada rasa capek. Allah yang memberi keselamatan. Jadi menghilangkan semua rasa capek juga,” ucapnya.

Diungkapkannya bahwa keterbatasan fisik yang dideritanya bukanlah bawaan lahir, melainkan karena harus diamputasi oleh dokter.

“Kaki ini dulu tahun 2000 terkena musibah tertusuk bambu runcing. Sehingga harus diamputasi,” kenangnya.

Kakek Kasiran menuturkan bahwa kurungan ayam buatannya dihargai 50 ribu rupiah dan setiap hari kurungan atau kandang ayam tersebut selalu laku sehingga tidak pernah sekalipun dibawa pulang kembali.

Disebutkannya bahwa ia lebih senang mendapatkan uang dari hasil jerih payahnya ketimbang harus meminta-minta kepada orang. Ia pun tidak ingin menjadi beban orang lain karena setiap orang tentu memiliki beban hidup masing-masing.

“Kalau ada yang ngasih ya saya terima. Tapi kalau meminta saya tidak mau. Karena belum tentu orang yang saya minta itu tidak memiliki beban hidup juga,” lanjutnya.

Kakek Kasiran sudah hidup sendiri semenjak istrinya meninggal tahun 1980 lalu. Meski memiliki seorang putri, namun ia tetap memilih hidup sendiri di Kota Metro dan enggan menjadi beban anaknya beserta suami yang tinggal di Kabupaten Mesuji.

“Kalau ikut anak tidak bisa beraktivitas seperti sekarang. Dulu memang sempat ikut sama anak. Tapi itu hanya satu tahun saja. Saya kembali ke Metro lagi karena saya lebih suka hidup mandiri tanpa membebankan orang lain, termasuk anak saya sendiri,” ungkapnya.

Baginya memasak, mengurus rumah hingga mencari nafkah sendiri lebih disukainya daripada membebankan kepada orang lain.

”Masak sendiri, nyuci sendiri, dan bersih-bersih rumah juga sendiri. Tapi saya jauh lebih senang seperti ini,” ujarnya.

Yang terpenting ia yakin selama mau berusaha, maka Allah akan memberikan rezeki.

”Yang penting mau berusaha pasti ada rizki yang diberikan untuk kita. Dan alhamdulillah selama ini ada saja rizki yang saya dapat. Baik itu dari hasil penjualan kandang ayam maupun dari pemberian orang yang membagi sedikit rezekinya untuk saya,” ujarnya.

Niat Hati Ingin Makan Nasi Liwet Khas Solo, Orang Ini Malah 'Ditutuk' Rp 350 ribu.. Jangan sampai terjadi ke kamu !!



Libur Lebaran tak hanya acara pulang kampung dan berkumpul bersama keluarga, namun juga untuk berkuliner makanan khas dari kota lain.

Seperti yang dilakukan netizen ini, ketika berada di Solo, ia berniat mencicipi Nasi Liwet khas kota tersebut. Namun, niat hati ingin mencicipi makanan khas Solo, yang didapatkannya malah bikin melongo.


Bagaimana tidak, setelah menghabiskan nasi liwet yang dipesannya di sebuah rumah makan di kawasan Keprabon, Banjarsari, Solo, saat membayar di nota tertulis tagihan lebih dari Rp 350 ribu.

Karena tak menyangka akan ditodong dengan harga segitu mahalnya, pemilik akun @saptoharjono ini mengunggah kisahnya di Grup Facebook Info Cegatan Solo.

Dalam postingan bertanggal 27 Juni 2017 itu, Sapto menceritakan secara rinci makanan yang dipesannya serta harga yang harus dibayarnya.

“Lur piye pendapatmu muk madang sego liwet nang bu wongso lemu keprabon iso entek Rp 365 ribu. (Saudara, bagaimana pendapatmu jika memakan nasi liwet di Bu Wongso Lemu Keprabon harus membayar Rp 365 ribu)

3 nasi liwet Rp 70 ribu, 1 nasi liwet komplit dada Rp 30 ribu, 1 nasi liwet suwiran ayam Rp 15 ribu, 4 teh kampul panas Rp 60 ribu, 1 teh kampul tawar Rp 15 ribu, 1 sekoteng dingin Rp 15 ribu, 1 es kelengkeng Rp 20 ribu, nambah nasi liwet komplit paha Rp 35 ribu, tambah 2 uritan Rp 30 ribu,” tulisnya.

Setelah mendapatkan pengalaman 'ditutuk' ini, Sapto berencana untuk melaporkannya ke dinas pariwisata agar pedagang tak mematok harga seenaknya. Pasalnya, dia harus membayar seharga Rp 365 ribu untuk makanan yang dipesannya.

Postingan Sapto ini pun mendapat ribuan tanggapan dari netizen. Hanya dalam waktu 2 hari saja, postingan ini langsung mendapatkan lebih dari 7,7 ribu like dan dibagikan lebih dari 3,3 ribu warganet.

Beberapa dari mereka memaklumi kenaikan harga tersebut karena memang masih masuk pada libur Hari Raya Idul Fitri. Namun, ada pula yang menyayangkan tindakan rumah makan yang menaikkan harga tak wajar.

Bagaimana menurutmu?

Ternyata Bergembira Diatas Penderitaan Orang Lain Sama Dengan Meminta Diri Diadzab Allah



Saat ini banyak orang yang berusaha bagaimana caranya untuk bisa membuat dirinya bahagia meskipun harus mengorbankan orang lain. Tak heran jika ada ungkapan “Bahagia melihat orang susah dan susah melihat orang bahagia”.

Inilah yang disebut dengan iri hati dimana seseorang akan bergembira ketika orang lain mendapatkan penderitaan. Namun perlu diketahui bahwa sesungguhnya sikap demikian tidak akan Allah biarkan begitu saja karena Allah telah menyiapkan balasan yang sangat pedih. Apa balasannya?

Watsilah bin Al Aqsa mengatakan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Apabila engkau bergembira melihat kesusahan yang menimpa saudaramu, maka Allah SWT akan mengasihi saudaramu dan akan memberikan cobaan kepadamu” (HR. Muslim).

Dari keterangan tersebut diketahui bahwa orang yang bersedih ketika dalam penderitaan akan Allah kasihi. Sedangkan orang yang bergembira atas penderitaan orang lain tersebut akan Allah beri cobaan yang serupa atau bahkan lebih pedih.

Tak heran jika Rasulullah memerintahkan umatnya untuk membahagiakan orang lain.

Abdullah bin Amr bin Ash Radhiyallahu ‘Anhu mengabarkan, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Barangsiapa yang ingin dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, hendaklah mengusahakan apa yang benar-benar dicita-citakannya, dimana Ia harus beriman kepada Allah dan Hari Akhir. Juga menggembirakan hati orang lain, sebagaimana Ia sendiri gembira apabila dibuat seperti itu” (HR. Muslim)

Harapan Kakek Penjual Tikar Ini Kepada Anaknya Membuat Netizen menangis tersedu-sedu



Bagi sejumlah orang, usia tidak menghalangi pribadinya untuk tetap bekerja keras. Tak hanya untuk mengisi hari, namun juga untuk menggapai harapannya yang mulia.

Hal ini juga dilakukan oleh seorang kakek penjual tikar pandan yang berjalan jauh hingga larut malam. Kakek yang umurnya sudah tidak muda lagi itu setiap harinya menjajakan jualannya tanpa mengenakan alas kaki.

Diketahui bahwa sang kakek masih menelusuri Jalan Langko pukul 8 malam menuju Ampenan dengan tikar pandan dan tas di pundaknya. Kakek bernama Ibrahim (67 tahun) tersebut biasa tidur untuk beristirahat di Masjid Raya At Taqwa Mataram. Namun jika gerbangnya sudah ditutup, ia pun terpaksa tidur di trotoar jalan.

Dengan tanpa kenal lelah dan letih, sang kakek terus berusaha berjuang menjual tikar buatannya mengelilingi Kota Mataram. Hal ini pun sudah ia lakukan sejak tahun 2003 hingga kini.

Harapannya tidak banyak karena kakek Ibrahim hanya ingin bisa menghantarkan anaknya untuk menjadi wisudawan.

“Pekerjaan ini halal, dan saya selalu berharap semoga tikar pandan ini bisa mengantar anak saya yang sedang kuliah semester akhir di Semarang menjadi seorang yang sukses. Saya selalu yakin pada Allah “Manja dawa jada”, kata beliau.

Putri Jokowi Ternyata Pakai Handbag yang Harganya Lebih Fantastis dari Milik Iriana


Putri Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kahiyang Ayu juga tampil fashionable dengan tas keluaran rumah mode Chanel.
Setelah sang ibu, Iriana Widodo menghebohkan dunia maya dengan tas berharga fantastis saat jalan-jalan ke Kebun Binatang Ragunan, kini giliran fashion Kahiyang yang diulik.
Tak kalah dengan Iriana yang menenteng tas mewah dengan label Gucci, Kahiyang pun juga memakai handbag warna merah.
Handbag merah tersebut dipakai puti sulung Presiden Jokowi saat berlibur ke kebun binatang Ragunan, Jakarta, Kamis (29/6/2017).
Tas warna merah yang dipakai Kahiyang tersebut merupakan produk sebuah label fashion mewah asal Perancis, Chanel.
Rupanya handbag tersebut harganya lebih fantastis dari tas milik Iriana.
Usut punya usut, tas tersebut bernama Small Boy Chanel Handbag.
Tas berukuran 12x20 tersebut rupanya terbuat dari campuran beludru, kulit domba, emas dan metal burgundy.
Dengan material yang berkelas, tak heran jika tas tersebut dibanderol harga fantastis, yakni Rp 59,5 juta.
Chanel Boy Handbag, juga sering dipakai selebriti papan atas Amerika.
Memang koleksi tas Chanel Boy Bag ini memiliki warna bermacam-macam.
Sehingga banyak seleb yang juga menggunakannya dengan berbagai warna namun model hampir sama.

Duh! Buka Lapak Di Sekitar Payung Masjid Raya, Saat Azan pun Masih Berjualan.. Akhirnya ini yang dilakukan petugas masjid


Dalam beberapa hari terakhir, pengunjung yang datang ke Masjid Raya Baiturrahman (MRB) Banda Aceh, semakin membludak.
Masyarakat yang hadir ke sana, ingin menikmati keindahan Masjid Raya Baiturrahman, pascarenovasi pemasangan 12 payung raksasa yang sekilas mirip dengan Masjid Nabawi di Madinah.
Bukan hanya pengunjung yang ramai, para pedagang pun terbilang ramai. Para pedagang ini menjajakan berbagai dagangan mereka, mulai makanan, asesoris perempuan, hingga mainan anak-anak.
Amatan Serambinews.com Jumat (30/6/2017), para pedagang tampak bertebaran di halaman masjid. Mereka mengambil tempat di bawah payung, sisi kiri dan kanan masjid.
Saat azan Ashar menggema beberapa saat lalu, para pedagang tampak tidak menutup lapak dagangan mereka. Azan menggema, namun proses jual beli antara pedagang dan pengunjung tetap berlangsung.
Alhasil, pengurus Masjid Raya Baiturrahman pun bereaksi. Menggunakan TOA, pengurus mendatangi pedagang, mereka mengimbau pedagang untuk menutup lapak dagangannya.
"Sudah azan, sudah azan. Tolong tutup, mari kita shalat berjamaah di dalam masjid," kata pengurus masjid melalui pengeras suara.
"Kami imbau untuk pedagang dan semua pengunjung, mari kita hentikan aktivitas kita semua dan mari kita shalat Ashar berjamaah," imbaunya.